header
Home » » GURAUAN RASULULLAH

GURAUAN RASULULLAH

Written By Unknown on 06 May 2013 | 18:43

Datang seorang nenek tua menemui Rasulullah. Beliau berkata kepada wanita tua renta itu,
"Seorang nenek tidak bisa masuk surga."
Kontan pecahlah tangis nenek itu. Membayangkan betapa menderita nasibnya kelak di hari kiamat.
Rasulullah seraya tersenyum berkata, "Engkau bukan seorang nenek tua pada saat masuk surga.
Karena Allah berfirman "Dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan." (QS. Al Waqiah 35-36)
* * *
Suatu hari nabi Saw bersama sayidina Ali ra,sedang memakan kacang, sayidina Ali memindahkan kulit kacangnya di depan Nabi Saw.
Tak lama berselang para sahabat yang lain datang, setelah mengucap salam para sahabat bertanya...
"ya Nabi banyak sekali kacang yang dimakan hingga kulitnya menumpuk begitu banyak."
Lalu Nabi menjawab, "Aku memang banyak memakan kacang, tapi tidak dengan kulitnya, sedangkan Ali memakannya tanpa menyisakan kulitnya, lihatlah tiada satupun tersisa."
Para sahabat tersenyum melihat Ali tersipu...
* * *
Ada wanita bertubuh besar berkata kepada Nabi Muhammad Saw,
"Saya minta tolong, sediakanlah unta agar saya bisa menaikinya."
"Kami akan menyediakan anak unta saja." jawab Nabi.
"Saya tidak akan menaikinya. Anak unta tidak akan sanggup menahan berat badanku." jawab wanita itu dengan serius.
"Bukankah setiap unta adalah anaknya unta?"
* * *
Bergurau dan bercanda tidak dilarang.
Rasulullah juga melakukan.
Tetapi yang perlu kita teladani, GURAUAN RASULULLAH TIDAK
ADA MUATAN KEBOHONGAN DAN DUSTA DI DALAMNYA. --0o0o0-- ADAB DALAM TERTAWA "Dan bahwasanya Dialah (Allah) yang menjadikan orang
tertawa dan menangis." (QS. An Najm: 43) Banyak orang bilang "Tertawalah, mumpung tertawa belum
dilarang." Yup's, tertawa adalah hak setiap orang dan tidak
ada larangan dalam tertawa. Namun demikian, ternyata
tertawa itu juga ada batasannya loh. Sebagai manusia waras
tentu kita tidak mau kan dikatakan gila gara-gara tertawa-
tawa sendiri yang tidak pada tempatnya. Nah, agar kita tetap bisa dikatakan waras maka ikutilah aturan-aturan dibawah ini
dalam tertawa.

1. Jangan tertawa yang berlebihan atau terlalu banyak
tertawa.
Sesuai sabda Nabi, "Berhati-hatilah dengan banyak tertawa
sebab ia menyebabkan hati menjadi mati." (HR. At-Tirmizi)
Tertawa itu boleh, yang tidak boleh itu berlebihannya dalam
tertawa tanpa ada sebabnya.

2. Jangan tertawa dengan terbahak bahak. Tertawalah biasa
saja, yang wajar wajar saja atau tersenyum, jangan sampai
terbahak bahak (ngakak : jawa). Karena tertawa terbahak
bahak adalah simbol kebodohan.
Sayyidina Ali karomallaahu wajhah berkata, "Barang siapa
yang tertawa terbahak bahak, jika ia orang pandai maka ia telah memuntahkan sebagian ilmunya dan jika ia orang bodoh
maka telah bertambahlah kebodohannya."

3. Dilarang mentertawakan kebenaran agama,
mentertawakan firman firman Allah.
"Maka tatkala dia datang kepada mereka dengan membawa
mukjizat- mukjizat Kami dengan serta merta mereka
menertawakannya." (QS. Az-Zukhruf: 47)

4. Jangan berbohong untuk mentertawakan keburukan orang
lain, saudara atau teman.
Sesuai sabda Nabi, "Celakalah orang yang berbicara padahal ia
berbohong, hanya sekadar untuk membuat orang-orang lain
tertawa. Celakalah dia, dan celakalah dia."

5. Jangan mentertawakan orang lain apalagi ahli ibadah,
tertawa dengan maksud mengejek atau menyakiti hati adalah
dilarang.
"Lalu kamu menjadikan mereka buah ejekan, sehingga
(kesibukan) kamu mengejek mereka, menjadikan kamu lupa
mengingat Aku, dan adalah kamu selalu menertawakan mereka." (QS. Al- Mu'minun: 110)

6. Jangan tertawa di tempat-tempat umum yang tidak pantas
jika kita tertawa didalamnya, seperti di dalam majlis dzikir,
majlis taklim, rumah sakit, saat takziah, dll.

7. Hendaknya tertawa dilakukan pada waktu yang sesuai.
Jangan tertawa saat sholat karena dapat membatalkan sholat,
tertawa saat makan awas nanti tersedak, dll.

8. Janganlah mentertawakan dosa yang telah dilakukan.
Ibn Abbas berkata "Barangsiapa menjalani dosa sementara ia
tertawa maka masuklah ia didalam neraka dengan menangis".

9. Jangan sampai terlalu banyak tertawa hingga kita lalai akan
akhirat.
"Maka hendaklah mereka sedikit tertawa dan banyak
menangis, sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka
kerjakan." (QS. At-Taubah: 82)
Nabi SAW bersabda "Andaikan kalian mengetahui apa yang aku ketahui niscaya kalian banyak mengangis dan sedikit tertawa"

10. Jangan tertawa tanpa ada sebab. Bisa disangka gila
nanti. :D
Lukman al-Hakim berkata pada anaknya "Wahai anakku...!
Janganlah banyak tertawa tanpa kekaguman, Jangan
melangkah tanpa ada kepentingan, Jangan bertanya atas hal-
hal yang tidak bermanfaat, Janganlah hartamu kau sia-siakan, harta temanmu kau lebih-lebihkan. Karena hartamu adalah
yang kau kuasai sedang harta selainmu bukanlah harta yang
kau miliki...!"



Semoga bermanfaat.

0 comments:

Post a Comment


Enter your email address:

Delivered by Themasmus